TANJUNGPINANG,— Komando Resor Militer (Korem) 033/Wira Pratama kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau. Danrem 033/WP, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han, hadir secara langsung dalam acara “Penyengat Heritage Merajut Warisan, Menjaga Alam, Semangat Regeneratif Fest 2025.” Acara yang berlangsung meriah di Balai Kelurahan Pulau Penyengat pada Sabtu malam 13/09/2025.

Ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memajukan sektor kebudayaan dan pariwisata.Kehadiran Danrem Bambang Herqutanto bersama lebih dari 500 peserta dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh nasional, termasuk Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan Penasehat Khusus Menteri Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, menegaskan peran TNI yang strategis. Partisipasi aktif ini tidak hanya sekadar simbol dukungan, tetapi juga cerminan kesadaran bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong agenda pembangunan daerah. TNI berperan sebagai katalisator yang memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan ruang publik yang aman dan inklusif.
Acara dibuka dengan berbagai kegiatan yang memadukan tradisi dan semangat modern, mulai dari lomba tradisional seperti gasing dan nyuluh hingga “Penyengat Night Run 5 Km” yang dilepas langsung oleh Prof. Dr. Marsetio. Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menekankan pentingnya menjaga adat dan budaya lokal serta menginformasikan rencana besar pemerintah untuk menjadikan acara ini sebagai agenda rutin. Gubernur juga menyampaikan kabar baik terkait dukungan dana pusat sebesar Rp16 miliar untuk pembangunan Monumen Bahasa Nasional dan Museum, yang akan semakin mengukuhkan Pulau Penyengat sebagai ikon budaya nasional.
Partisipasi TNI dalam festival ini sejalan dengan visi yang lebih luas, yaitu mengintegrasikan kekuatan pertahanan dengan pembangunan nasional. Sinergi yang terjalin erat antara TNI dan pemerintah daerah di Kepulauan Riau menjadi model ideal dalam membangun kesadaran budaya, mempromosikan pariwisata berkelanjutan, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah regenerasi budaya, semangat cinta lingkungan, serta penguat identitas Melayu yang berdaya saing global.Secara keseluruhan, “Penyengat Heritage Fest 2025” berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga penutupan pukul 23.00 WIB. Kesuksesan acara ini membuktikan bahwa sinergi antara berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah, hingga seluruh elemen masyarakat, adalah kunci untuk melestarikan warisan budaya, memajukan pariwisata, dan mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan bagi Kepulauan Riau.